Asal Usul Goa Tanding

Semakin terkenalnya dengan destinasi wisata dikota Yogyakarta khususnya dikabupaten gunungkidul kini dikabupaten tersebut menjadi tujuan utama para traveler lokal maupun mancanegara,wisata alam yang jadi salah satu unggulan dari daerah yang terkenal cadas ini

Akan tetapi jangan salah beranggapan walaupun terkenal cadasnya didaerah ini,terdapat beberapa objek wisata alam menyuguhkan wisata bernuansa alami.

baru baru ini terdapat salah satu destinasi wisata alam minat khusus caving(susur goa) yang tidak kalah serunya dengan objek wisata alam penelusuran lorong goa yang lainya,GOA TANDING …memang aneh bukan dari segi namanya,akan tetapi TANDING bukan bermaksud menandingi ataupun menyaingi objek wisata lainya khususnya didaerah gunungkidul tersebut,melainkan nama dari tanding tersebut diambil dari warga pribumi setempat yang menemukan lorong goa yang tersembunyi ini. Dulu kala pada tahun 1997 seorang pribumi yang tinggal di dusun Gelaran 2 bejiharjo karangmojo bernama kakek HARTO TANDING berkeinginan membuat sumur secara manual,dengan menggunakan alat alat yang dibilang masih manual serta tradisional untuk menemukan sumber mata air yang letaknya berada dibelakang rumah beliau,dengan diameter lubang sumur yang dibuat kurang lebih 2 meter

beliau melakukan penggalian ,beberapa bulan melakukan penggalian tak kunjung mendapatkan satu titk sumber mata air serta kerasnya batu yang dia temui,5 bulan melakukan penggalian mencapai kedalaman kurang lebi 13 meter,beliau merasakan keanehan dengan tekstur batu yang dia pecahkan,pada umumnya batu yang cadas apabila terkena dentuman palu tidak akan mengeluarkan bunyi berdenggung namun anehnya pada batu tersebut memang berdenggung saat dipukul ataupun dihentaki linggis,tanpa berfikir panjang linggis yang beliau gunakan untuk mencongkel batu yang retak dihentakan keras keras pada akhirnya linggis tersebut amblas kedalam sebuah lubangan sebesar diameter linggisnya.tanpa ia sadari linggis tersebut langsung terlepas dari genggamannya sehingga dari lubangan tersebut mengeluarkan hembusan angin sangat kencang,dengan panik beliau bergegas naik menggunakan tangga yang terbuat dari bambu dan menghiraukan alat alat lainya yang digunakan untuk menggali.setelah dirasa hembusan angin tersebut sudah mulai hilang beliau mulai turun lagi kedalam galiannya,dengan penasarannya kakek tanding memutuskan untuk membesarkan lubangan yang sebesar diameter linggi tersebut menggunakan martil serta pahat.tidak disangka ternyata dibawah dari lubangan tersebut terdapat rongga udara yang begitu luas serta terdapat aliran air yang cukup luas,penggalian yang dilakukan kakek tanding tersebut memang membuahkan hasil yang cukup memuaskan karena sumber mata airnya sangat besar sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangganya sehari hari.

Pada tahun 2015 tepatnya bulan Desember  beberapa tetangga kakek tanding ingin melakukan penelusuran lorong yang terdapat dibawah galian kakek harto tersebut,berjumlah 6 orang mulai turun menggunakan sebuah tangga bambu yang mereka buat,setibanya mereka turun sampai permukaan air betapa mengejutkannya dengan disambutnya salah satu batu stalagtit tirai sungguh menawan berbetuk seperti sayap,saking masih penasarannya beberapa orang tersebut melakukan penelusuran lorong bawah tanah tersebut yang ditempuh hanya berenang dengan safety pelampung yang dipinjam dari pengelola objek goa pindul dekat rumah kakek harto tanding.beberapa ornamen bebatuan yang terdapat dalam sebuah lorong menambah betapa eloknya atas ciptaanNYA,

Gagasan gagasan sudah mulai bermunculan dari beberapa orang telah menelusuri apabila lorong bawah tanah tersebut dapat dijadikan sebagai potensi pengembangan objek wisata baru selain objek objek caving lainnya khususnya diseputaran Yogyakarta ,  al hasil dari gagasan tersbut mendapat respon baik dari salah satu investor lokal yang berkediaman tidak jauh dari kediaman kakek tanding yang bernama bapak suharyanto atau biasa sering dipanggil bapak sadam, beliau(sadam) mempunyai gagasan ingin menjadi kan objek wisata penelusuran lorong goa menggunakan perahu karet yang dia rasa dari model penelusuran tersebut memang belum ada diindonesia..beberapa pakar penelusur goa serta ahli telah beliau turunkan untuk menyatakan aman atau tidaknya lorong tersebut layak untuk dijadikan sebagai objek wisata,beberapa merekomendasi bahwasanya untuk lorong goa tersebut memang layak dan aman untuk dijadikan sebagai objek wisata, mendengar keputusan tersebut beberapa warga serta investor memalukan perundingan untuk membahas serta menetapkan dimana titik untuk dijadikan mulut goa,hasil keputusan setelah ditetapkan ,beliau (sadam) menurunkan 3 unit alat berat untuk mencari mulut goa ,dengan bertujuan dibuatnya mulut goa tersebut untuk mempermudah akses keluar masuk bagi wisatawan juga mempermudah masuknya beberapa unit perahu karet yang sudah beliau siapkan. Disamping melakukan proses penggalian membuat mulut goa ,segi infrastruktur bangungan juga ikut dikerjakan bersamaan. 2 bulan melalukan proses penggalian akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan dengan ditemukan nya tepat berada ujung dari lorong goa nya.

 16 juli 2016 Unit Pelayanan Usaha Pariwasata resmi dibuka  untuk umum,dengan nama goa TANDING serta nama provider SADAMWISATA

Hubungi
Petunjuk